Instagram

Keangkuhan Hati

Keangkuhan hatimu telah memperdayakan engkau, ya engkau yang tinggal di liang-liang batu,di tempat kediamanmu yang tinggi;engkau yang berkata dalam hatimu:”Siapakah yang sanggup menurunkan aku ke bumi?” _ [Obaja 1:3]

Ingatlah Anda akan cerita ini: seekor gagak mencuri ikan di empang petani, dan dengan paruhnya dibawanya ikan itu di atas pohon. Seekor kucing melihat itu dan berniat merampasnya. Tetapi gagak itu hinggap di dahan yang terlalu tinggi untuk di panjat oleh si kucing tersebut. Maka mulailah si kucing itu mencari akal. Sesaat ia tahu, bahwa ada ‘teman’ yang bisa membantunya. Lalu kucing itu dengan serius berkata, “Wah, gagak yang hebat, betapa beruntungnya aku hari ini! Bukankah engkau gagak yang sangat terkenal itu?… Bukankah engkau gagak yang paling merdu suaranya?… Gagak… bolehkah aku mendengar, sebentar saja, alunan suaramu? Please… Izinkanku mendengar merdu lagumu? Si gagak begitu tersanjung, lalu mulailah ia membuka mulutnya dan berkaok-kaok dengan paraunya. Apa yang terjadi? Ikan dalam mulutnya jatuh ke bawah dan dimangsa si kucing. Siapa “teman” kucing tersebut? Itulah keangkuhan dalam diri si gagak itu sendiri.

Saudara yang kekasih di dalam Tuhan, jangan biarkan keangkuhan kita menipu dan mengkhianati diri kita sendiri. Amin.

 

Share! jika renungan ini memberkatimu.