Instagram

Kebangkitan Yesus

“Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?”(1 Korintus 15:55)

Dalam operasi ‘sengatan’, agen penegak hukum mengatur orang jahat untuk menjatuhkannya. Itulah yang Tuhan lakukan kepada Setan di kayu salib. Selama tiga hari sepertinya Setan telah menang. Kemudian Yesus bangkit dari kematian dan membalikkan rencananya: “Ia telah melucuti pemerintah-pemerintah dan penguasa-penguasa dan menjadikan mereka tontonan umum dalam kemenangan-Nya atas mereka. (Kolose 2:15). Hal yang paling ditakuti Setan, kelahiran sebuah gereja dengan kuasa untuk mengubah dunia melalui Injil, telah terjadi.

Tidak ada dari penguasa dunia ini yang mengenalnya, sebab kalau sekiranya mereka mengenalnya, mereka tidak menyalibkan Tuhan yang mulia. (1 Korintus 2:8). Musuh-musuh Kristus bahkan mencoba untuk menghentikan kebenaran kebangkitan agar tidak keluar: “Dan sesudah berunding dengan tua-tua, mereka mengambil keputusan lalu memberikan sejumlah besar uang kepada serdadu-serdadu itu dan berkata: “Kamu harus mengatakan, bahwa murid-murid-Nya datang malam-malam dan mencuri-Nya ketika kamu sedang tidur. Dan apabila hal ini kedengaran oleh wali negeri, kami akan berbicara dengan dia, sehingga kamu tidak beroleh kesulitan apa-apa.” Mereka menerima uang itu dan berbuat seperti yang dipesankan kepada mereka. Dan ceritera ini tersiar di antara orang Yahudi sampai sekarang ini. (Matius 28:12-15).

Biasanya kebencian terhadap seseorang berakhir ketika mereka meninggal. Jadi mengapa beberapa orang membenci Yesus? Karena kebangkitan adalah bukti terakhir bahwa Dia adalah Tuhan! Memang, Anda tidak dapat diselamatkan kecuali Anda percaya pada kebangkitan: ‘Jika Anda mengaku dengan mulut Anda bahwa Tuhan Yesus dan percaya dalam hati Anda bahwa Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati, Anda akan diselamatkan. Karena dengan hati orang percaya dan dibenarkan, dan dengan mulut orang mengaku dan diselamatkan’ (Roma 10:9-10 NKJV).

Share! jika renungan ini memberkatimu.