Instagram

Kemerdekaan Dalam Kristus

Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan. (Galatia 5:1)

Seseorang yang berpikiran rohani tidak akan pernah datang kepada Anda dengan tuntutan “Percayalah ini dan itu”: tetapi ia akan menuntut Anda untuk menyesuaikan hidup Anda dengan tolok ukur dari Yesus. Kita tidak diminta untuk mempercayai Alkitab, melainkan untuk mempercayai Dia yang dinyatakan oleh Alkitab (Yohanes 5:39-40). Kita dipanggil untuk menyatakan kemerdekaan bagi hati nurani, bukan kemerdekaan bagi pikiran dan pendapat. Dan jika kita sendiri bebas dalam kemerdekaan dari Kristus, maka orang lain juga akan memperoleh kemerdekaan yang sama, yaitu kemerdekaan yang berasal dari kesadaran akan pengendalian mutlak Yesus Kristus.

Ukurlah selalu hidup Anda hanya dengan tolok ukur Yesus. Kenakanlah kuk yang dari Kristus dan berhati-hatilah selalu agar jangan memasang kuk yang bukan kuk Kristus kepada orang lain. Allah membutuhkan waktu yang lama untuk membuat kita berhenti berpikir bahwa jika pandangan orang lain tidak sama seperti pandangan kita, maka mereka pasti salah. Allah tidak pernah berpandangan demikian. Hanya ada satu kemerdekaan sejati, yaitu kemerdekaan dari Yesus yang bekerja dalam hati nurani kita, yang menyanggupkan kita untuk melakukan hal yang benar.

Jangan kehilangan kesabaran terhadap orang lain. Ingatlah cara Allah memperlakukan kia yang penuh dengan kesabaran dan kelemahlembutan. Akan tetapi, jangan sekali-kali mengurangi standar kebenaran Allah. Biarkan kebenaran Allah dinyatakan. Yesus bersabda, “Pergilah… jadikanlah murid-Ku…” (Matius 28:19), bukan, “jadikanlah penganut pikiran dan pendapatmu sendiri”.

 

*image by : https://www.pinterest.com/pin/43769427607088035/

Share! jika renungan ini memberkatimu.