Instagram

Kuatkan dan Teguhkanlah Hatimu

“Kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke mana pun engkau pergi.” [Yosua 1:9]

 

Mengetahui pertempuran yang harus dia lawan untuk menaklukkan tanah perjanjian, Tuhan memberi tahu Yosua ini, tidak kurang dari tiga kali: ‘Kuatkan dan teguhkanlah hatimu.’ Demikian juga kita harus kuat dan teguh setiap kali kita bergerak maju, rintangan akan menghalangi jalan kita. Mengandalkan Tuhan itu cara yang terbaik!

H.G. Wells bertanya, ‘Apa yang akan dilakukan seseorang dengan dirinya sendiri, jika sesuatu tidak menghalangi jalannya?’ Apa maksudnya? Kesulitan itu adalah teman Anda – bahkan ketika itu terasa seperti musuh Anda. Setiap rintangan yang Anda hadapi mengungkapkan kekuatan dan kelemahan Anda. Itu juga membentuk Anda dan membuat Anda lebih bijaksana dan lebih percaya diri.

Penyair Ralph Waldo Emerson menulis: ‘Apa pun yang Anda lakukan, Anda membutuhkan keberanian. Apa pun jalan yang Anda putuskan, selalu ada seseorang yang memberi tahu Anda bahwa Anda salah. Selalu ada kesulitan yang muncul yang menggoda Anda untuk percaya bahwa kritik Anda benar. Untuk memetakan suatu tindakan dan mengikutinya sampai akhir membutuhkan beberapa keberanian yang sama yang dibutuhkan seorang prajurit. Perdamaian memiliki kemenangannya sendiri, tetapi dibutuhkan aeaeorang pemberani untuk memenangkannya.’

Kapan pun Anda meninggalkan zona nyaman Anda dan melangkah keluar dengan iman untuk mengikuti Tuhan, Anda akan diuji. Tetapi Anda juga akan mencapai ketinggian yang Anda pikir berada di luar jangkauan Anda dan melangkah lebih jauh dari orang lain yang memiliki bakat lebih besar tetapi menetap untuk status quo.

Dalam parafrase Pesan, Paulus memberi tahu kita: ‘Setiap detail bekerja untuk keuntungan Anda … Jadi kami tidak menyerah. “Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan Allah. Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. (2 Korintus 4:15-17). Keberanian dapat didefinisikan hanya sebagai ‘untuk tidak menyerah’.

Share! jika renungan ini memberkatimu.