Instagram

Melayani Dengan Kasih Sayang

Pada waktu hari mulai malam datanglah kedua belas murid-Nya kepada-Nya dan berkata: “Suruhlah orang banyak itu pergi, supaya mereka pergi ke desa-desa dan kampung-kampung sekitar ini untuk mencari tempat penginapan dan makanan, karena di sini kita berada di tempat yang sunyi.” — [Lukas 9:12]

 

Kisah Yesus memberi makan ribuan orang menjalin tema-tema dari seluruh pelayanan-Nya. Ini termasuk kasih sayang, kekuasaan atas ciptaan, kemampuan untuk mempertahankan hidup, dan melibatkan orang lain dalam menanggapi kebutuhan manusia. Kita juga melihat kasih karunia dan pemeliharaan Allah terjalin saat Yesus mengutus para murid keluar “untuk mewartakan kerajaan Allah dan untuk menyembuhkan orang sakit.”

Adalah penting untuk menyadari bahwa orang-orang yang mendengar Injil dan yang disembuhkan dan diberi makan bukanlah orang-orang kudus yang diselamatkan dan dikuduskan; mereka bukanlah murid-murid yang berkomitmen penuh yang siap mengikut Yesus. Namun ketika Yesus melihat penderitaan dan kebutuhan mereka, Ia menanggapi dengan kasih, mengetahui bahwa banyak dari mereka akan meninggalkan dan bahkan berbalik melawan-Nya di kemudian hari. Meski begitu, Yesus tergerak oleh belas kasihan, melihat kebutuhan mereka. Dengan cara yang sama, Dia memiliki belas kasihan hari ini ketika Dia melihat rasa sakit dan kebutuhan siapa pun yang diciptakan menurut gambar Allah.

Kita memiliki kesempatan setiap hari untuk datang bersama orang-orang di sekitar kita. Itu bisa berarti mampir ke rumah sakit atau panti jompo untuk berkunjung. Mungkin itu melibatkan memasak makanan untuk seseorang. Mungkin itu termasuk hanya mendengarkan cerita orang lain. Ketika kita berusaha untuk memberikan apa yang Yesus tawarkan, kita mencerminkan gambaran yang indah tentang belas kasih dan perhatian Allah bagi orang lain. Amin.

Share! jika renungan ini memberkatimu.