Instagram

Mengharapkan Keajaiban

Yesus mengatakan suatu perumpamaan kepada mereka untuk menegaskan, bahwa mereka harus selalu berdoa dengan tidak jemu-jemu. (Lukas 18:1)

 

Dua orang berdoa menghadap Tuhan. Mereka berdoa untuk kebutuhan masing-masing. Yang seorang berdoa, sangat panjang doanya, setelah itu dia pergi. Yang seorang lagi juga berdoa. Pendek saja doanya. Tetapi setelah selesai dia tidak pergi. Dia menunggu reaksi Tuhan. Saat tidak ada reaksi, dia berdoa lagi, lalu ditunggunya lagi. Demikian dia terus melakukan itu. Tanpa menggerutu, tanpa marah, tetapi dengan tenang terus ditunggunya reaksi Tuhannya. Tidak berarti dia tidak melakukan apa pun, tapi hatinya terus menunggu. Sampai pintu Surga terbuka dan Tuhan yang dicintainya menyapa.

Yang pertama tidak menunjukkan keinginan yang kuat untuk mendapatkan mujizat-Nya, yang kedua akan menjadi favorit Tuhan. Itu yang disebut doa yang tak jemu-jemu oleh Yesus. Yang menjadi pertanyaan, apakah kita juga seperti itu?

Mari kita suapaya tidak jemu-jemu berdoa dan menghadap Tuhan lewat doa-doa kita. Karena “Apabila orang-orang benar itu berseru-seru, maka TUHAN mendengar, dan melepaskan mereka dari segala kesesakannya.” _Mazmur 34:18. Amin.

Share! jika renungan ini memberkatimu.