Instagram

Menghidupi Firman yang Hidup

Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu. _Mazmur 119:101

Penafsir Alkitab Eugene Peterson, penulis buku The Message, mengatakan: “Kata-kata yang tercetak di halaman-halaman Alkitab saya memberikan kesaksian tentang penyataan yang hidup dan aktif dari Allah yang menciptakan dan menyelamatkan, Allah yang penuh kasih yang telah menjadi Firman yang menjadi manusia dalam diri Yesus, dan saya sebaiknya tidak melupakannya. Jika dalam pembacaan Alkitab saya kehilangan kontak dengan kehidupan ini, jika saya gagal mendengarkan Yesus yang hidup ini, tunduk pada kedaulatan-Nya dan merespons kasih-Nya, saya menjadi sombong dalam pengetahuan saya dan tidak peduli dalam perilaku saya. Banyak sekali kerusakan yang terjadi atas nama kehidupan Kristen karena pembacaan Alkitab yang buruk. Peringatan bagi para lektor, “hendaklah pembaca berhati-hati.”‘

Tidaklah cukup hanya dengan membaca Firman Tuhan setiap hari, Anda harus mempraktikkan prinsip-prinsipnya secara konsisten. Pemazmur menulis: “Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan. Aku lebih mengerti dari pada orang-orang tua, sebab aku memegang titah-titah-Mu. Terhadap segala jalan kejahatan aku menahan kakiku, supaya aku berpegang pada firman-Mu. Aku tidak menyimpang dari hukum-hukum-Mu, sebab Engkaulah yang mengajar aku. Betapa manisnya janji-Mu itu bagi langit-langitku, lebih dari pada madu bagi mulutku. Aku beroleh pengertian dari titah-titah-Mu, itulah sebabnya aku benci segala jalan dusta. Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku.” (Mazmur 119:97-105).

Alkitab menjadi firman yang hidup, ketika Anda memutuskan untuk hidup sesuai dengan prinsip-prinsip dan ajaran-ajarannya setiap hari.

Share! jika renungan ini memberkatimu.