Instagram

Murah Hati & Hati yang Murni

“Berbahagialah orang yang murah hatinya, karena mereka akan beroleh kemurahan. Berbahagialah orang yang suci hatinya, karena mereka akan melihat Allah.”  (Matius 5: 7-8)

Kita merasa sulit menerima belas kasihan. Kita seringkali menyalahkan diri sendiri; Kita berterima kasih kepada Tuhan karena telah memaafkan kita, tetapi kita kesulitan memaafkan diri kita sendiri. Namun, kita telah belajar bahwa Yesus mengundang kita ke dalam lingkaran belas kasihan: “Berbahagialah orang yang penuh belas kasihan, karena mereka akan diberi belas kasihan.”

Yesus tidak mengatakan bahwa menerima belas kasihan adalah pahala karena berbelas kasihan. Sebaliknya, Ia sedang mengajar kita bahwa menerima belas kasihan menjadi lebih mudah saat kita berbelas kasihan. Tindakan menerima dan menunjukkan belas kasihan memperkuat satu sama lain. Saat kita berbagi belas kasihan, kemampuan kita sendiri untuk menerima belas kasihan dan juga mengampuni diri kita menjadi lebih kuat.

Belas kasih seperti deterjen kuat yang memurnikan hati kita. Dan saat hati dimurnikan, mata belajar cara baru untuk melihat. Mereka datang untuk melihat kehadiran Tuhan di segala macam tempat yang tidak terduga. Yang murni hatinya “akan melihat Allah,” kata Yesus.

Dengan tangan terbuka untuk menerima belas kasihan dan hati yang dimurnikan yang memfokuskan kembali mata kita, kita bertumbuh untuk melihat semua orang di sekitar kita dengan belas kasihan Tuhan, dan kita mulai menghargai betapa Dia mencintai mereka, memperhatikan mereka, dan menginginkan kehidupan yang penuh untuk mereka. -untuk kita semua!

Puluhan tahun yang lalu Penyanyi Kristen Noel Paul Stookey (sebelumnya dari Peter, Paul, dan Mary) merekam lagu lembut berjudul “Tender hands, softest eyes.” Ini menangkap beberapa bagian dari ajaran Yesus di sini dengan indah. Tangan yang lembut dan mata yang lembut menjadi alat berkat yang memancarkan rahmat Tuhan.

Share! jika renungan ini memberkatimu.