Instagram

Percakapan Dengan Tuhan

“Lalu datanglah TUHAN, berdiri di sana dan memanggil seperti yang sudah-sudah: “Samuel! Samuel!” Dan Samuel menjawab: “Berbicaralah, sebab hamba-Mu ini mendengar.” 1 Samuel 3:10

Kita sering mendengar bahwa doa adalah komunikasi dengan Tuhan. Dalam komunikasi satu orang menyampaikan informasi atau gagasan kepada orang lain. Surat kabar, televisi, radio, dan situs web adalah alat yang digunakan oleh komunikator yang baik.

Percakapan lebih dalam dan lebih kuat daripada komunikasi. Percakapan menggerakkan kita ke tingkat komunikasi yang lebih dalam. Percakapan adalah dasar di mana hubungan dibangun.

Informasi yang kita sampaikan dalam doa semoga bermanfaat dan berharga. Itu bisa dalam bentuk pemujaan, pengakuan, atau ucapan syukur. Ini mungkin sarana untuk menyampaikan kebutuhan kita kepada Tuhan. Tetapi dalam doa kita harus melakukan lebih dari sekedar memenuhi keinginan dan kebutuhan kita; kita juga harus mendengarkan. Bagaimanapun, percakapan yang baik membutuhkan pendengaran yang baik. Mendengarkan memperkuat hubungan kita dengan Tuhan.

Yesus kadang-kadang mengakhiri ajaranNya dengan kata-kata, “Dia yang punya telinga, biarkan dia mendengar.” Kata-kata itu berfungsi sebagai pengingat doa yang baik.

Seringkali orang mendengarkan hanya cukup lama untuk membentuk ide berikutnya atau tanggapan atas apa yang telah mereka dengar. Mereka tidak menggunakan waktu dan energi untuk benar-benar mendengarkan apa yang dikatakan orang lain. Jadi, juga, kita sering terlalu asyik dengan pikiran kita sendiri sehingga kita tidak berbicara dengan Tuhan. Kita harus mencoba mendengarkan. Kita mungkin takjub dengan apa yang kita dengar.

Share! jika renungan ini memberkatimu.