Instagram

Potret Yesus Kristus

Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya.  [Kolose 3: 9-10]

Selama berabad-abad, banyak seniman mencoba menggambarkan Yesus dalam lukisan, gambar, patung, dan bentuk seni lainnya. Rembrandt, misalnya, berusaha keras untuk menggambarkan wajah Kristus senyata mungkin. Salah satu karya yang paling terkenal adalah Kepala Kristus (c. 1655). Pada abad yang lalu, potret Yesus oleh Warner Sallman, (1941), membentuk cara seluruh generasi menggambarkan Kristus. Karya Sallman telah direproduksi lebih dari 500 juta kali, menjadikannya salah satu karya seni terpopuler dalam sejarah.

Dengan menggambarkan buah Roh sebagai “kasih, sukacita, damai, kesabaran, kebaikan, kebaikan, kesetiaan, kelembutan dan pengendalian diri,” rasul Paulus memberi kita potret Yesus sendiri.

Kualitas-kualitas ini bersama-sama melukiskan gambaran karakter Kristus. Dan meskipun tidak ada orang yang pernah menunjukkan kualitas-kualitas ini dalam keseimbangan atau kesempurnaan seperti yang dilakukan Yesus, Roh ingin bertumbuh dalam diri kita. Roh ingin kita “mengenakan hidup baru, yang diperbarui … menurut gambar PenciptaNya”.

Buah Roh tidak secara alami muncul di dalam kita. Hanya Tuhan yang menjadi sumber buah; Hanya Kristus yang mewujudkan buah dengan sempurna; dan Roh sendiri yang mengembangkan dan mengumpulkan buah di dalam hati dan kehidupan umat Allah. Inilah cara kami menunjukkan kasih Tuhan kepada dunia!

Share! jika renungan ini memberkatimu.