Instagram

Setia Dalam Hal-Hal Kecil

Terhadap orang yang setia Engkau berlaku setia, terhadap orang yang tidak bercela Engkau berlaku tidak bercela. Mazmur 18:26

Setiap talente yang dipercayakan Tuhan kepada kita harus dipertanggung jawabkan, Seperti tiga orang hamba yang dipercayakan harta oleh tuannya dalam Perumpamaan tentang talenta Matius 25:14-29.  Yang pertama diberi lima talenta,  yang kedua diberi dua talenta dan yang ketiga diberi satu talenta sesuai dengan kesanggupan mereka masing-masing (ayat 15).  Hamba pertama dan kedua dengan setia mengembangkan talenta yang dipercayakan kepada mereka, dan beroleh laba.  Ketika tuannya datang mereka beroleh pujian: “Baik sekali perbuatanmu itu, hai hambaku yang baik dan setia, engkau telah setia memikul tanggung jawab dalam perkara yang kecil, aku akan memberikan kepadamu tanggung jawab dalam perkara yang besar.  Masuklah dan turutlah dalam kebahagiaan tuanmu.” Matius 25:23. Namun Tidak demikian dengan  hamba yang ketiga tidak mengembangkan talenta yang dipercayakan oleh tuannya, Lalu Tuannya berkata : “Hai kamu hamba yang jahat dan malas…, dan campakkanlah hamba yang tidak berguna itu ke dalam kegelapan yang paling gelap…” Matius 25:26-30.

Jadi, setiap hal yang besar berawal dari setia terhadap hal-hal yang kecil.  Jika kita setia dalam perkara kecil, maka hal-hal besar akan datang kepada kita. Hal ini mungkin tidak berarti di mata manusia, Namun sangat berarti di mata Tuhan. Setia dalam perkara kecil sebenarnya memproses serta memperkuat kapasitas diri kita untuk dapat dipercaya mengemban tugas, pelayanan atau tanggungjawab yang lebih besar yang dipercayakan kepada kita.

“Barangsiapa setia dalam perkara-perkara kecil, ia setia juga dalam perkara-perkara besar. Dan barangsiapa tidak benar dalam perkara-perkara kecil, ia tidak benar juga dalam perkara-perkara besar “ Lukas 16:10.

 

*image by : http://3.bp.blogspot.com/_55zjdeXo9Vc/TPYUSZmtSuI/AAAAAAAAATw/dBlLFv4tWFY/s1600/setia-perkara-yg-kecil.jpg

Share! jika renungan ini memberkatimu.