Tekun Memikul Salib

Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya? Tetapi, jikalau kamu bebas dari ganjaran, yang harus diderita setiap orang, maka kamu bukanlah anak, tetapi anak-anak gampang. (Ibrani 12:7-8))

 

Seorang anak kecil tidak mungkin tahu mana perbuatan yang buruk dan yang benar jika tidak dihajar dan dilatih oleh orang tua atau pengasuhnya. Sebab sejak dilahirkan manusia memiliki natur berdosa, dan memiliki kecenderungan melakukan hal-hal yang buruk. Oleh sebab itu anak perlu dihajar dan di didik untuk melakukan yang benar. Setiap ajaran atau didikan tidak ada yang menyenangkan namun bertujuan untuk kebaikan diri sendiri menuju kepada kesempurnaan.

Prinsip ini perlu kita ketahui, karena setiap hari kita menjadi seperti suratan terbuka yang seharusnya menunjukkan ciri karakter Kristus. Jika kita mampu menjaga dan tekun melakukan kebenaran maka kepercayaan senantiasa akan diberikan.

Dalam keberadaan kita sebagai anak, tentu akan sulit menjadi pribadi yang sempurna. Ada banyak tantangan yang harus dihadapi. Namun kalau kita tekun memikul salib dan senantiasa melakukan apa yang benar kita akan memperoleh kehidupan yang kekal.

“Karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak.”

(Ibrani 12:6)

 

*image by : https://1.bp.blogspot.com/-MxTUPyqixWk/WVUsrjabcmI/AAAAAAAADUg/G1RdUbXz6uEuQ50ExXCGVjNCO1qvlDIVQCLcBGAs/s1600/memikul%2Bsalib.jpg

Share! jika renungan ini memberkatimu.

No Comments
Post a comment