Instagram

Tunduk Akan Allah

Ketika seseorang membiarkan kemarahan terhadap Allah disimpan selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun. Sikap seperti ini menumpuk menjadi dendam terhadap Allah dan sebenarnya adalah pemberontakan. Hal ini tentu bukanlah sikap tunduk kepada Bapa sorgawi kita.

Secara positif, kita tunduk kepada pendisplinan Tuhan ketika menerima semua kesulitan yang berasal dari tangan kasih-Nya demi kebaikan kita. Ini berarti tanggapan utama kita seharusnya penyerahan diri dengan rendah hati dan percaya. Sebagaimana ditulis oleh rasul Paulus, “karena itu rendahkanlah dirimu di bawah tangan Tuhan yang kuat, supaya kamu ditinggikan-Nya pada waktunya”(1 Ptr 5:6). Kita tunduk kepada pemeliharaan yang Allah kerjakan di dalam diri kita, mengetahui bahwa masih ada banyak karakter yang perlu kita perbaiki. Kita harus percaya kepadaNya, percaya bahwa Dia tidak terbatas dalam kebijaksanaanNya. Dia juga mengetahui dengan persis jenis dan tingkat kesulitan yang kita butuhkan untuk menggenapi tujuanNya.

Tunduk kepada pendisplinan Allah bukan berarti kita tidak  boleh berdoa bagi kelepasan dari kesulitan atau tidak boleh mencari jalan keluar untuk mendapatkan kelegaan. Terkadang Allah ingin melatih iman kita, sehingga Dia membawa kita ke situasi-situasi sulit agar kita bisa mengarahkan pandangan kepadaNya dan mendapatkan kelepasan dari-Nya. Tapi, menguatkan iman kita adalah aspek penting dari displin.

Hal yang paling utama adalah sikap kita. Kita dapat berdoa dengan sungguh-sungguh kepada Allah untuk kelepasan kita dan tetap tunduk kepadaNya menyangkut hasilnya. Yesus adalah contoh kita yang tertinggi dalam hal ini ketika Ia berdoa pada malam sebelum penyalibanNya, “ Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu daripada-Ku, tetapi jikalau sperti yang Kaukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki (mat 26:39).

Apapun situasi yang kita alami, kacau dan hancur menurut pandangan kita. Allahlah yang bertindak dan berdaulat atas segala sesuatunya.

Tuhan Yesus  Memberkati!

Share! jika renungan ini memberkatimu.